Friday, December 28, 2012

CERITA ASAL MUASAL BURUNG MERPATI


Merpati pos



Asal-Usul
Merpati pos memiliki ciri-ciri fisik agak besar, terbangnya agak lambat, tetapi stamina dan daya ingatnya kuat. Merpati pos yang terbang berpasangan dapat memilih rute yang lebih
 efisien jika dibandingkan dengan terbang sendirian. Merpati pos memanfaatkan fenomena fisika dalam melacak posisi tempat tujuannya. Fenomena fisika tersebut tertanam dalam 
otak merpati pos seperti microchips dan mikrokontroler yang dimasukkan seperti pada robot atau computer. Fenomena itu adalah medan magnet. Merpati pos memanfaatkan 
medan magnet bumi yang bervariasi dalam menentukan tujuan. Di antara kedua mata merpati pos terdapat jaringan yang berisi berbagai macam mineral besi yang merupakan
 kunci kemampuannya dalam menentukan arah. Selain jaringan tersebut, yang menyebabkan merpati pos kembali ke tempat asalnya adalah pasangannya karena merpati bersifat setia.

[sunting]Cara Kerja

Seekor merpati betina umumnya bertelur sebanyak dua butir. Telur tersebut dierami oleh  merpati jantan dan betina secara bergantian. Anak burung merpati dapat terbang dalam 
jarak yang dekat pada usia 40 hari. Untuk menjadi mrpati pos, merpati terlebih dahulu  harus dilatih oleh pelatih khusus. Pelatihan baru dapat dilakukan untuk pada merpati yang
 berusia tujuh bulan.
Tiga hal yang harus dilatihkan kepada merpati pos adalah static, mobile, dan boomerang.
  1. Static : merpati mempelajari bagaimana cara mengenali perintah seseorang dalam suatu wilayah kecil.
  2. Mobile : merpati dilatih untuk berpindah dari satu tempat ke tempat yang lain.
  3. Boomerang : merpati diajarkan untuk mengirimkan dan mengembalikan pesan.

Jika hal-hal tersebut telah dilatihkan, merpati dapat terbang dalam jarak ratusan bahkan ribuan kilometer dan dapat mengirimkan pesan 
atau surat. Surat atau pesan digulung, lalu dimasukkan ke dalam tempat pelindung berbentuk kapsul plastik. Kemudian kapsul plastik tersebut diselipkan di antara kaki merpati.

[sunting]Sejarah

Metode komunikasi ini berasal dari orang-orang Persia kuno di mana melatih burung berasal dari mereka. Orang Romawi menggunakan merpati pos sebagai alat pengirim pesan 
kepada pasukan militer lebih dari 2000 tahun yang lalu. Frontinus mengatakan bahwa Julius Caesar menggunakan merpati pos sebagai pengirim pesan dalam kemenangannya 
melawan Galia. Orang Yunani memberitahukan nama pemenang olimpiade ke berbagai kota dengan menggunakan cara ini. Merpati pos pertama kali digunakan oleh seorang 
Sultan Baghdad yang bernama Nuruddin pada tahun 1146 untuk mengirimkan pesan di sekitar kerajaannya. Pada masa perang dunia pertama (1914-1918), merpati pos 
digunakan oleh pasukan perang Amerika sebagai media komunikasi. Merpati bernama Winkie NEHU 40. NS.1 (nfa6382) berjasa dalam penyelamatan seorang awak pasukan 
udara pada tahun 1942, sehingga pada tanggal 2 Desember 1943 burung tersebut mendapatkan penghargaan karena jasanya. Mengirimkan berita di saat kondisi sedang sulit. 
Seekor burung merpati jantan berwarna abu-abu yang bernama 139 DD 43 T pada tahun 1945 terbang melebihi seribu mil dalam 23 misi untuk menyampaikan selembar  
kertas berisi pesan penting. Burung merpati ini juga telah terbang sejauh 64 kilometer dalam waktu 50 menit dan berhasil menolong sekumpulan tentara perang yang sedang 
terjebak di tengah lautan karena kerusakan mesin  kapal. Burung merpati betina yang bernama GI Joe USA43SC6390 sangat berjasa pada perang dunia kedua karena 
dapat menyelamatkan sekitar 100 nyawa tentara Amerika, sehingga mendapat penghargaan pada tahun  1946. Merpati tersebut terbang dengan cepat sejauh 20 mil dan 
membawa informasi tentang markas besar pasukan tentara Amerika akan diledakkan. Sebelum adanya telegram, cara berkomunikasi dengan menggunakan  merpati ini 
sangat diandalkan bagi orang-orang pengguna saham dan orang keuangan. Perusahaan Belanda mendirikian sistem sipil dan militer di Jawa dan Sumatera sejak di awal 
abad ke-19, burung-burung diperoleh dari Baghdad. Pada tahun 1851, pria kelahiran Jerman (Paul Julius Reuter) membuka kantor di kota London yang menghubungkan 
pasar saham London dan Paris melalui Calais baru ke kabel. Reuter sebelumnya pernah menggunakan merpati untuk memberitahukan kenaikan harga saham antara 
Aachen dan Brussels, jasa yang dioperasikan selama satu tahun sampai perbedaan dengan telegram tertutupi. Detail dari dipekerjakannya merpati-merpati itu, 
selama pengepungan di Paris pada tahun 1870-1871 menggiring pada kebangkitan pelatihan merpati untuk tujuan militer. Banyak masyarakat diberdayakan untuk menjaga
 merpati dari kelas ini di semua kota-kota Eropa yang penting, dan saat ini banyak pemerintahan menciptakan sistem komunikasi untuk milter dengan merpati pos. 
Merpati pos telah terlatih dengan baik untuk bidang kemiliteran. Tujuannya berbalik atau berpindah ke angkatan laut untuk mengirimkan pesan ke paerairan terdekat. 
Ini juga digunakan oleh perusahaan  swasta atau perorangan pada waktu yang berbeda-beda. Pemerintah di beberapa negara mendirikan kandang  burung merpati 
mereka sendiri. Sudah ada pasal-pasal dalam aturan hukum yang mengatur gangguan burung merpati; hadiah untuk menstimulasi efisiensi ditawarkan pada masyarakat 
tertentu dan hadiah juga diberikan kepada korban-korban gangguan burung. Sebelum kedatangan radio, merpati digunakan oleh surat kabar untuk melaporkan perlombaan
 Yacht dan beberapa Yacht dipenuhi oleh kandang burung. Merpati Pos ala Dinasti Mamluk Pada masa 1250 sampai 1517 M, Dinasti Mamluk di Mesir menggunakan pos 
sebagai alat pertahanan dalam perang terhadap bangsa Mongol. Insinyur Mamluk mendirikan menara pengawas sepanjang Irak hingga Mesir.  Di menara tersebut, tentara
 mengawasi keadaan. Mereka akan membakar kayu basah jika terjadi bahaya di siang hari karena akan menimbulkan asap hitam, sedangkan jika terjadi bahaya pada malam 
hari akan membakar kayu kering agar menimbulkan asap putih. Namun, bangsa Mongol tetap dapat menembus pertahanan Baghdad.
 Pengiriman pesan lewat jalar darat pun terhalang oleh pasukan Tentara Salib yang memblokir jalan. Sehingga digunakan merpati pos yang lebih efektif karena pasukan 
Tentara Salib tidak dapat memblokir jalannya merpati pos di udara. Merpati pos ala Dinasti Mamluk ini menjadi sistem komunikasi yan tercepat pada abad pertengahan. 
Perkembangan
Pada zaman dahulu merpati pos menjadi media komunikasi yang sangat popular, tetapi pada zaman sekarang ini  posisi merpati pos telah tergantikan karena adanya 
perkembangan teknologi. Posisinya telah tergantikan oleh surat yang dikirimkan oleh pak pos dengan menggunakan amplop dan perangko, telegraf, layanan  
SMS (short message service), yahoo messenger, blackberry messenger, dan lain-lain.

No comments:

Post a Comment

Follow by Email

Entri Populer

Total Pageviews